Site icon Denai Cahaya Malam

Bumi yang Mulai Mengeluh

Akhir- akhir ini hujan semakin deras tercurah ke bumi pertiwi, bukan karena kering tetapi air hujan seperti tidak terfilter lagi jatuh di wilayah Indonesia. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) musim penghujan akan berakhir pada April 2017. Dan sepertinya seluruh wilayah di Indonesia sedang mengalami curah hujan yang besar. 
Ada kecenderungan bahwa, musim penghujan ini bukan lagi berkah bagi penghuni bumi yang sebagian kecilnya bermukim di Indonesia. Bumi mungkin telah lelah, sedang ingin berkeluh kesah pada tiap-tiap bencana yang terjadi. Terhitung dari sejak November 2016 sampai sekarang Februari 2017 saja sudah 6-7 kali bencan terjadi di kota tempat saya dilahirkan, Majalengka.
Banjir besar yang menimpa Desa Kasturi (persis keadaan di depan rumah saya) sumber : Facebook

Jalan amblas sudah 2 kali di 2 lokasi yang berbeda, banjir sedang 1 kali dan terakhir pada 15 Februari 2017 terjadi banjir besar (katakanlah bandang) dikarenakan banyak tanggul yang tidak mampu menahan debit air yang jatuh ke lemah cai kampung halaman saya. Orangtua bahkan kaka ipar di buat ketakutan dan hawatir. Meski ini bukan pertama kalinya banjir mampir ke rumah saya, tetapi ini pertama kalinya air banjir memaksa masuk ke dalam rumah, sehingga mengakibatkan semua barang, semua furniture bahkan beberapa dokumen penting raib,luntur bahkan rusak karena air yang sudah bercampur dengan ladu (tanah sawah).

Baca juga, Society Riweuh

Mamah pun di rumah, hampir seminggu lebih berjuang untuk memulihkan kembali keadaan rumah, membuatnya cukup payah dan lelah membereskan tiap-tiap lumpur yang masih tertinggal di tembok-tembok ataupun masuk ke dalam almari pakaian. Selang 2 hari sesudah terjadinya banjir, (lagi) jalan amblas di daerah Kawah Manuk Kuningan Jawa Barat, meski itu bukan daerah saya tetapi jalan amblas dengan lebar 15 meter itu berpengaruh bagi roda ekonomi di area yang di lewati menuju daerah Cikijing, Ciamis dan Tasik. Jalan nasional satu-satunya yang paling dekat menjangkau daerah Cikijing, Ciamis jika kamu baru pulang dari daerah Cirebon. Menurut petugas resmi perbaikan jalan, akan memakan waktu sampai menjelang bulan ramadhan untuk memugar kembali sehingga layak untuk digunakan. 

Jalan Amblas di Desa Kawahmanuk kuningan, selebar 15 meter. sumber : Tribunnewsjabar.com
Awalnya saya kira dan bertanya-tanya kenapa kini bencana banyak terajdi di desa? ternyata ga lama dari itu banjir menyerbu daerah Jakarta, Tangerang dan sekitarnya. Banyak rumah terendam tetapi sedikit korban jiwa. Bumi sudah tak seramah dulu, atau manusianya yang sudah kepalang jahat sehingga bencana berbalik pada siapa yang jahat? Bumi mungkin hanya sedang mengeluh seperti manusia dia juga ingin di mengerti, bukan dengan cara yang salah mengartikan tapi memahami dengan bathin, kebaikan alam akan menjaga kita. Amin… 
Exit mobile version