Site icon Denai Cahaya Malam

Lebih dari Sekedar Panggilan Jiwa

Di zaman modern ini banyak bermunculan berbagai macam media massa demi menunjang informasi yang berlimpah. Media itu antara lain koran, televisi, radio bahkan yang sekarang ini banyak menyita perhatian adalah internet. Keberlimpahan informasi ini dimanfaatkan sekaligus disalahgunakan oleh sebagian orang. Beberapa di antaranya membuat media dengan konten berita hoax (berita bohong).
Berita hoax inilah yang banyak menyita perhatian masyarakat sehingga menjadi sulit membedakan mana berita yang valid dan berita yang fitnah. Jurnalis sebagai ujung tombak dalam penyebaran informasi memiliki posisi sentral. Di mana di dalam benak seorang jurnalis harus berpegang teguh pada kode etik jurnalistik. Sekaligus sebagai pengklarifikasi atau media pembenaran dari berita-berita hoax yang telah tersebar tersebut.
Sumber: Dokumen Pribadi

Tugas seorang jurnalis itu hampir sama seperti seorang pendakwah. Hanya saja pendakwah itu fasih menyampaikan kebenaran secara lisan sedangkan jurnalis fasih menyampaikan kebenaran secara tulisan. Para jurnalis bisa menyampaikan tiap bait kebenaran, realita serta fakta dalam satu informasi. Mereka adalah orang-orang yang dipercaya mengemban tugas itu.

Baca juga,Resensi Novel Critical Eleven

Kritis, idealis serta tidak memihak adalah sikap yang harus dimiliki seorang jurnalis. Mereka menjadi bagian penting dalam momentum bersejarah negeri ini. Mereka mengenal banyak orang-orang penting serta bisa masuk dalam berbagai elemen masyarakat, bahkan mereka bisa pergi ke mana pun untuk berlibur sekaligus bekerja itu lah beberapa bonus dari pekerjaan sebagai seorang jurnalis.

Bagi saya, menjadi seorang jurnalis adalah mimpi yang harus diperjuangkan setelah mengetahui banyak tentang bidang ini selama. Keprihatinan yang besar yang memanggil saya untuk segera terjun bebas masuk ke dalam ranah jurnalisme. Menyaksikan kebingungan dan ambiguitas berita yang kehilangan jiwa seakan memanggil-manggil saya untuk turut serta memperbaikinya.
Menjadi bagian dalam peristiwa penting negeri ini adalah segelintir dari bonus sekaligus dedikasi tertinggi yang bisa saya berikan untuk negeri ini. Hanya di bidang inilah saya percaya dapat berganti peran yang kadang-kadang sebagai pengkritisi, pengamat ekonomi, pengamat politik, ilmuwan, penulis bahkan sejarawan. Ada terselip harapan bahwa dengan menjadi jurnalis sekaligus penulis, saya berharap bisa seperti Jalaludin Rumi yang terkenal lewat syair syair nya yang mistis dan fenomenal. Karena jika gajah saja mati meniggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang. Maka, manusia meninggal harus meninggalkan karya.

Exit mobile version