Site icon Denai Cahaya Malam

Materi di Buku Panduan TK yang Tak Layak

Sore hari pada tanggal 25 Desember 2016, keponakan saya yang masih bersekolah TK menanyakan sebuah soal yang terdapat di buku panduannya atau bagi saya itu seperti LKS. Begitu saya baca soalnya cukup membuat kaget, pasalnya soal itu menanyakan tentang  seberapa lama biji jagung, kacang, kacang hijau dan  padi tumbuh.

Baca juga, Resensi Novel Critical Eleven

Sumber: Dokumen Pribadi

Jujur saya sendiri bingung harus memberi jawaban apa, di tebak takut nantinya menjadi kesalahan yg akan terus di bawanya sampai dewasa, tidak di jawab malu juga. Dari sana saya mulai heran, kenapa bisa anak TK yang separuh jam belajarnya harusnya diisi dengan  bermain dan bernyanyi, ternyata terselip soal yang menyulitkan seperti itu. Harusnya soal itu di berikan kepada anak-anak SD kelas 4/5 an yang sudah belajar tentang ilmu IPA dan materi tentang mengamati.

Untungnya soal itu memang tidak di perintahkan oleh gurunya untuk di isi dan maksud dari keponakan saya hanyalah sekedar ingin tahu jawabannya saja. Dari sana, saya penasaran dengan buku panduan yang dia punya. Akhirnya saya memeriksa dua buah buku panduan TK nya. Dan lagi-lagi ada beberapa instruksi pelajaran di buku tersebut yang sangat tidak layak untuk di ajarkan. 

Sumber: Dokumen Pribadi

Pada gambar diatas kita bisa melihat ada  sub judul Norma Agama dan Moral, dan pada buku itu di intruksikan kepada guru untuk mengajak anak-anak memanjat pohon. Bukankah itu tidak ada korelasinya dengan norma agama dan moral? lalu bagaimana jika anak-anak tersebut jatuh dari pohon? Suatu pelajaran yang sangat berbahaya.  

Baca juga, Komunitas Mengaji ODOJ

Terakhir pada materi di sub judul motorik kasar  mengintruksikan kepada anak-anak untuk menaiki kursi atau tangga lalu meloncat dari atas. Dengan adanya kejadian ini saya menjadi hawatir dengan kualitas pendidikan kita, semua kekurangan materi diatas adalah murni kesalahan dari penerbitnya atau pada kurikulum pendidikan yang kita miliki? Meskipun contoh- contoh materi yang keliru tersebut tidak di ajarkan (red-diterapkan) tetapi ada baiknya jika buku yang tidak memiliki standar layak tersebut untuk tidak digunakan atau memberi saran kepada penerbitnya untuk memperbaiki isi dari bukunya.

Sumber dokumen: Pribadi

Dari sana saya jadi menyadari pentingnya orangtua menemani anak-anaknya dalam belajar. Tidak hanya untuk mengajarkan tetapi ikut serta memperhatikan asupan ilmu yang terdapat dalam buku panduan mereka. Pun jika ada kesalahan, ada baiknya orangtua menyampaikan kekurangan buku tersebut kepada guru yang selanjutnya guru di harapkan bisa memberikan saran kepada penerbit untuk memperbaiki materinya. 

Pada akhirnya jika ingin pendidikan kita lebih baik, maka semua pihak harus ikut terlibat memperbaiki. 🙂 

Exit mobile version