Site icon Denai Cahaya Malam

Warung Pinggiran yang tak semewah Minimarket

Balada obrolan ibu dan anak tadi pagi: 

Emih : Mih udah ga sanggup lagi jualan, udah waktunya di terusin sama yang muda. Tapi kalo sepi begini yang muda juga kagak mau nungguinnya. 

Saya: Iyah, meskipun sepi seengganya dagangan mah tetep harus rapi, bersih mih, kali aja narik pembeli. Meskipun yang nunggu udah tua tapi harus kudu berjiwa muda, iah begini harus keliatan rapi biar seengganya pikiran ga tambah  ruwet liat dagangan. 

Emih : Udah ga ada laku-lakunya sekarang dagang, barang banyak yang abis tanggal (kadaluarsa) apalagi kalo ngeliat saingan yang makin hari makin banyak.  

Saya : Iah yagh mih, banyak yang udah baheula dagangan tuh, beda sama dagangan-dagangan di minimarket. 

Emih : Beberapa tahun ke belakang mah dagang teh resep (laris) sekarang ko jadi sepi begini.  

 Saya pun hanya bisa mendengarkan segala keluh kesahnya tentang menurunnya omset penjualan lalu melanjutkan beres- beres barang dagangan. 

Sumber: Dokumen Pribadi

Banyak sekali perubahan 10 tahun kebelakang ini, apalagi bagi pelaku usaha kecil seperti warung kecil di pinggiran jalan yg sekarang tidak banyak di lirik oleh masyarkat karena keberadaan alf** dan ind** yang lebih bagus dalam penataan produk, kelengkapan  dan lebih terkini. Hanya saja, masyarakat tidak menyadari kadang waralaba seperti itulah yang menjual barang lebih mahal di banding barang – barang yang dijual di pasaran atau hanya di warung kecil.

Baca juga, Bumi yang mulai Mengeluh

Dengan adanya 4 toko alf** dan ind** dalam satu kecamatan cukup untuk membuat terseok-seok usaha kecil seperti itu, apalagi persaingan tidak hanya terjadi dengan mereka tetapi juga dengan agen distirbutor dan warung kecil lainnya yang kini hampir setiap rumah membuka usaha.

Iah produk yang di sediakan di warung kecil outmoded (kuno) seperti keberadaan sabun batangan yang biasa di pajang di etalase, kebanyakan masyarakat atau para gadis tentu lebih memilih sabun cair dengan berbagai varian wangi yang banyak macamnya bahkan mudah di gunakan. 


Produk lainnya Krating**, ku** bi**, extra j**, hema*** sachet hanya sekedar pajangan semata tak lebih dari sunah untuk melengkapi space etalase yang dianggap kosong. Tingkat jual produk itu telah menurun sejak adanya minuman berenergi dalam bentuk kaleng /botol plastik  atau di gantikan oleh keberadaan teh manis kemasan.


Produk sabun colek yang jika kamu tanya ke toko kecil mungkin hanya satu dua yang masih menjual karena tergantikan dgn sun*** atau mama le***. Bahkan keberadaan teh botol sos** atau bahkan co* c** botol yang sekarang ini hanya di perjualbelikan di warung baso. Jangan tanya tentang kehadiran produk teh ko*ak, sudah lenyap dari sejak lama. 


Perabotan rumah tangga seperti kompor yang kini telah tergantikan dengan keberadaan kompor gas, warung nasi /warteg  yang hampir tergantikan oleh rumah makan pad** atau produk franchise spt kf**, hok** pun dengan warung kopi di pinggir jalan yang mungkin akan tergerus dengan berdirinya kafe- kafe kopi modern yang lebih bersih, dan nyaman tempatnya. 


Apalagi jika menelisik lebih dalam dengan keberadaan toko baju di pasar tradisional yang mungkin laku hanya sekedar lebaran itupun pembelinya masyarakat menengah ke bawah. Saya rasa mereka setiap harinya membukalapak hanya sekedar rutinitas semata dan merecovery semangat mereka hanya untuk mendapatkan sedikit rejeki yang sekarang ini telah banyak di ambil bagiannya oleh mall atau bahkan toko online.

Baca juga, Materi dibuku TK yang gak Layak

Kita lihat nanti 10, 20 bahkan 50 tahun lg semua itu mungkin akan terbaharui yang outmoded akan semakin tergerus bahkan tiada. Tidak banyak saran yang bisa saya utarakan hanya saja jika di rasa perekonomian Indonesia sedang maju sekarang, maka keadilan akan usaha kecil yang bahkan sebelum adanya pemerintahan baru ini bisa lebih di perhatikan. 

Dengan cara keberaadaan waralaba besar yang tersebar di seluruh Indonesia sedikit di tekan. Dan memberi waktu, ruang untuk pegiat usaha kecil ini merecovery sesuai dengan perubahan zaman yang ada bahkan mempromosikan kepada masyarakat untuk berbelanja ke usaha kecil (warung pinggiran).

Karena, semakin modern orang, semakin dia banyak berubah.
#refleksi terhadap perubahan zaman. 


Semoga bermanfaat.

Exit mobile version