Site icon Denai Cahaya Malam

Manfaat blog bagi Pekerja Jurnalis

Copyright: Pixabay.com

Perubahan media secara global merambah di wilayah Indonesia. Begitupun dengan media online yang awalnya masuk sekitar tahun 2000 an. Namun kini, semakin berkembangnya zaman, media online semakin booming dengan berbagai fasilitas yang disediakan.

Terutama mengenai fasilitas sosial media. Dimana tak hanya orang-orang terdekat, bahkan dengan orang berbeda negarapun kini dapat saling mengenal.

Tak hanya berkutat mengenai fasilitas sosial media saja, seperti adanya facebook, twitter, jika dulu friendster dan Yahoo!Messengger dan yang terbaru sekarang contohnya ada instagram, dan path. Maka melihat fenomena sekarang, bentuk beritapun mulai mengalami perubahan. Ini tiada lain agar fasilitas informasi yang didapatkan masyarakat akan lebih mudah di tangkap.
Bentuk berita online itu seperti yang disajikan dalam berita-berita ringan dalam Yahoo ataupun Detik ataupun media berita online lainnya yang kini semakin menjamur. Namun, tentunya sebagai calon civitas pekerja jurnalistik juga, kemampuan menulis seorang jurnalis tak hanya dapat di kembangkan lewat berita yang mereka tulis di media-media berita online tersebut.
Tetapi lebih dari itu, bagi mereka para jurnalis yang memiliki kebesaran hati dan ingin berbagi informasi secara detail mereka akan menuliskannya didalam blog masing-masing. Seperti halnya blog milik Iwan Piliang dimana ketika dia keluar dari Tempo, piliang kemudian menjadi citizen jurnalis yang dia mencari berita, lalu kemudian menuliskannya di blog yang ia miliki. 
Lewat salah satu kasus yang dia ungkap di blognya kala itu, dia kemudian menjadi rujukan informasi tentang kasus berita tersebut. Inilah pentingnya blog, salah satu fasilitas menulis online yang dimiliki saat ini, yang tak hanya sebagai media diary harian, tetapi lebih dari itu, sebagai salah satu bentuk informasi juga. Namun, sebagai pembaca, kita juga harus pintar-pintar melakukan validitas atas informasi yang di ketahui di blog.(Nurl)
Exit mobile version