Site icon Denai Cahaya Malam

Ketika Generasi Muda Bicara Politik

Ketika Generasi Muda Bicara Politik

Berbicara politik merupakan hal yang lumrah dilakukan oleh para artis di panggung kenegaraan. Namun, akan berbeda hal nya jika pembicaraan itu di utarakan oleh para kalangan muda.

Kalangan yang masih memiliki pemikiran yang segar, penuh opini yang positif dan idealis. Sebagian orang merasa bahwa pembicaraan politik bagi kalangan muda masih menjadi tabu. Mereka beranggapan bahwa dunia yang masih muda itu belum pentas membicarakan tentang hal –hal yang ruwet di negara ini.

Mungkin bagi kalangan yang beranggapan seperti itu, karena mereka menilai bahwa kalangan muda saat ini kebanyakan bersikap apatis, liberalis, kapitalis, dan hedonis. Setidaknya memang benar perkembangan dunia yang pesat ini berasal dari  gaya hidup kapitalis lalu di tularkan ke masyarkarat luas yang berujung pada pembentukan gaya hidup anak muda.

Namun, disamping kekurangan kaula muda saat ini, harusnya mereka tidak memukul rata dan beranggapan bahwa semua pemuda Indonesia seperti itu. Setidaknya, masih ada segelintir di luar sana yang masih menjunjung tinggi nasionalisme, memiliki energi yang besar, mewujudkan impian sebagai agent of change. Demi mewujudkan Indonesia yang baru dan lebih baik.

Kita masih ingat quetos dari presiden pertama RI Soekarno yang mengungkapkan “ seribu orangtua hanya dapat bermimpi tetapi 1 orang pemuda dapat mengubah dunia”. Quetos ini diambil dari penyambung lidah rakyat indonesia karya cindy adams.

Baca Juga: Kegamangan Jurnalisme Online

Dan kita harus percaya itu, karena pemuda masih memiliki semangat dan memendam harapan yang besar. Bahkan, dalam quotes lain Soekarno berujar bahwa “ berikan aku 1000 orantua niscaya akan ku cabut semeru dari akarnya tetapi berikan aku 1 orang pemuda niscaya akan ku guncang dunia”.

Faktor lainnya yang mendukung  bahwa usia produktif dalam diri manusia terjadi antara usia 20-50 tahunan.  Walaupun sebenarnya disaat usia 50 tahun tidak ideal juga jika masih termasuk kalangan pemuda.

Disamping itu, ada hal lain yang menarik bahwa sebagian penemuan hebat di dunia ada banyak hal yang berawal dari penemuan seorang pemuda.

Seperti, serial tokoh superman diciptakan oleh joe shuster dan jerry siegel yang awalnya menyusun konsep manusia baja. Lalu penemu musik hiphop diciptakan oleh anak yang berusia 17 tahun yaitu clive campbell. Kemudian penemu desain bendera AS pertama kali di rancang oleh anak yang berusia sama 17 tahun oleh robert heft.

Penemu mobil salju di temukan oleh Joseph Bombardier saat usia 15 tahun. Penemu huruf braille di ciptakan oleh Louis Braille. Dan masih banyak lagi yang lainnya salah satu yang terkenal  seperti Thomas Alva Edison yang menemukan lampu pada usia yang masih muda.

Torehan sejarah pun tentang pemuda di Indonesia banyak terjadi, salah satunya yaitu tentang peristiwa pengamanan oleh kaum muda yang dilakukan kepada kaum orangtua di zaman proklamasi, dimana penculikan itu terjadi setelah jepang memberikan kesempatan untuk memerdekakkan Indonesia.

Nampaknya, jika kaum muda saat itu tidak berinisiatif untuk mengamankan ke Rengasdengklok mungkin proklamasi hanyalah angan dan tidak akan terwujud.

Tak hanya peristiwa proklamasi tetapi beberapa peristiwa tentang perjuangan pun di ukir oleh kaum pemuda. Pembentukan berbagai macam organisasi rata-rata di pionirkan oleh pemuda. Dan proses perang demi mempertahankan RI juga perancangan stateginya oleh pemuda.

Dari semua hal itu, ada banyak peristiwa yang awalnya tercetus dari ide segar pemuda, jika saat ini pemuda tidak di berikan kebebasan untuk menentukan dan berpendapat. Bahkan kebebasan untuk mengerti politik dan mengaplikasikannya, nampaknya kelebihan yang mungkin terjadi di negeri ini harus tersimpan jauh. Ide-ide revolusi pembangunan di negeri ini akan terhambat.

Kaum tua, sebagaimana kita beranggapan bahwa mereka sering dianggap memilki pengalaman yang mumpuni, berpikir matang tidak sembrono, bijaksana dll. Namun, terkadang juga berpikir lamban dalam mengambil keputusan. Mereka terkadang berpemikiran statis, dan memaksakan.

Beberapa waktu yang lalu, telah banyak partai politik yang terjerat kasus korupsi. Kita mengetahui dari berita bahwa partai politik unggulan yang tiada lain demokrat terjerat kasus korupsi oleh anggota nya sendiri seperti yang dilakukan oleh nazarudin, angelina sondakh, dan kini yang sedang hangat-hangatnya Anas urabaningrum.

Korupsi ini tidak hanya terjadi di 1 partai saja melainkan hampir separuh dari seluruh partai yang ada di Indonesia terserang hama tikus ini pernahkah kita mencoba mengamati pada saat umur berapa para presiden RI diangkat?

Berdasarkan biografi yang di temukan di Wikipedia bahwa 2 dari tujuh presiden RI yang pernah menjabat 5 diantaranya mendapatkan kedudukan menjadi presiden pada saat usia mereka diatas 50 tahun.

Dan hanya 2 presiden saja yang termasuk di bawah usia 50 tahun yakni presiden Soekarno yang pada saat beliau berusia 44 tahun, usia yang termasuk paling muda untuk menjadi presiden dan setelahnya yaitu presiden soeharto pada saat berusia 47 tahun hampir mendekati usia senja.

Baca Juga: Pemutaran Film Tjidurian di Museum Asia Afrika

Kini proses pemilu sedang dimulai kembali. Kesadaran masyarkat untuk berperan serta menjadi bagian dari sebuah anggota yang berpengaruh nampaknya juga semakin besar.

Dikutip dari lembaga LSI yang melakukan survei pada 16-24 januari 2012 menyatakan bahwa nama calon presiden saat ini yang populer yaitu di urutan pertama Megawati dengan perolehan 91,6 %, disusul oleh Jusuf kalla sebesar 84 %, di urutan ketiga wiranto 73,9%, lalu prabowo 65,9% dan di posisi kelima di pegang oleh Abu rijal bakri sebesar 61,4 %.

Dan berdasarkan survei terahir yang dilakukan pada bulan Oktober 2012 menurut lembaga LSN yang menungkapkan ada sekitar 10 orang yang diprediksi menjadi capres RI 2014 yaitu: prabowo dengan perolehan 20,1%, wiranto 12%, megawati 8,8%, abu rizal bakri 7,1 %, sri sultan 6,3 %, mahmud MD 5,8 %, jokowi 4,7 %, surya paloh 3,3 %, dahlan iskan 2,6 %, hidayat nur wahid 1,7%, dan terakhir Hatta Radajasa 1,2%.

Dan bagi kaum pemuda yang ikut menjadi calon, ataupun masih belajar di partai politik semoga kesempatan yang ada bisa dimanfaatkan dan menjadikan masyarkat sebagai prioritas utama bukan sbaliknya menjadikan parpol yang mengusungnya sebagai prioritas no 1. Karena ditangan pemudalah dapat terciptanya suatu perubahan yang nyata.

Exit mobile version