Site icon Denai Cahaya Malam

Pengalaman Hujan Pertama di Kostan Bandung

Pengalaman Hujan Pertama di Kostan Bandung
Di sore ini baru pertama kalinya aku ditemani rintik hujan yang lumayan deras di kostanku. Dan ini untuk pertama kalinya merasa kesepian karena keadaan sudah tidak seperti setahun kemarin, yang mana dulu bersama 35 orang  disebuah asrama karena aku pesantren, tapi kini aku tinggal sendiri.
Untungnya, perasaanku mulai terobati karena sudah terbiasa ditemani alunan lagu dalam berbagai aktivitas yang dijalani sehingga tidak begitu sunyi. Tanpa ada nada-nada indah itu pasti akan terasa sangat sepi menjalani hari-hariku.
Saat kita sendiri sering kali tidak merasa nyaman karena semua pikiran akan muncul, mulai dari kepikiran tentang mamah, pacar, teman kuliah hingga kakak. Apalagi kalau cuacanya kaya gini. Mungkin ini memang sedikit lebay mengingat aku memang tipikal orang yang over thinking. 
Baca Juga: Travelling ke Curug Dago yang Tidak Terlupakan
Bicara tentang hujan, sebenarnya sudah lama juga sih enggak hujan, mengingat cuaca yang engga menentu, di mana musim kemarau sudah berlangsung hampir 6-7 bulan, dan yang aku rasain cuaca Bandung cukup gerah seperti berada di Cirebon atau Jakarta, parah kan? Padahal harusnya kan lebih adeum dengan letak kota ini yang dekat dengan pegunungan.
Mungkin cuaca yang gerah ini karena aku tinggal di daerah Cibiru jadi memang tempatnya sedikit lebih gersang dan pesisir kota Kembang bila dibandingkan wilayah Dago, Lembang yang masih dingin. Ya, pokoknya seperti itulah yang saat ini dirasakan. Hehehe, udah dulu ya, nanti kita lanjut lagi.. 🙂
Exit mobile version